banner 728x250
Daerah  

Cahaya Al-Qur’an Menyinari Kendangsari: TPQ Musholla Al-Hasan Gelar Tes Kemampuan Santri

Surabaya – Media Jatim Presisi.site/10-januari-2026 Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Ketika nilai-nilainya tertanam kuat di hati para santri sejak usia dini, maka insyaallah akan melahirkan generasi berakhlak Qur’ani—generasi yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga mampu mengamalkan dan menjaga kemurnian Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari semangat luhur tersebut, TPQ Musholla Al-Hasan, yang berlokasi di Kelurahan Kendangsari Gg. 2 No. 36B, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, menggelar kegiatan Tes Kemampuan Santri sebagai bentuk evaluasi pembelajaran sekaligus upaya peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kedalaman penguasaan materi para santri, serta menjadi sarana pembinaan berkelanjutan agar kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Musholla Al-Hasan semakin meningkat dan terarah.

Sebanyak 23 santri mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusias. Dari jumlah tersebut, 15 santri diuji dalam berbagai bidang, meliputi Tartil, Tajwid, Gharib, Fashohah, Sifatul Huruf, serta hafalan surat Al-A’la hingga An-Nas.

Sementara itu, 8 santri lainnya mengikuti ujian Tahfidz Juz 30 dan Juz 1, sebagai bukti kesungguhan mereka dalam menghafal dan menjaga Kalamullah.

Kepala TPQ Musholla Al-Hasan, Ustadz Mochamad Nadlir, S.E.I, menyampaikan bahwa tantangan terbesar pendidikan Al-Qur’an di era modern bukan hanya pada kemampuan menghafal, melainkan pada perjuangan menjaga fokus anak-anak dari pengaruh gawai (HP).

“Jangan sampai anak-anak kita kalah dengan HP saat memegang Al-Qur’an. Pengaruh HP sangat dahsyat. Jika orang tua tidak waspada, bisa kecolongan. Maka orang tua harus benar-benar ketat dalam membimbing, disiplin, dan sungguh-sungguh menuntun putra-putrinya untuk ngaji, khususnya di musholla terdekat—termasuk di Musholla Al-Hasan,” tegas beliau.

Melalui kegiatan evaluasi ini, TPQ Musholla Al-Hasan berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an, membentuk karakter yang beradab, berilmu, dan berakhlak mulia, serta melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menerangi masa depan umat.

Sementara itu, Hj. Ima, salah satu pembina TPQ Musholla Al-Hasan, turut berpesan agar para santri senantiasa menjaga niat, tekun, istiqomah, dan ikhlas dalam menuntut ilmu Al-Qur’an, karena keikhlasan adalah kunci keberhasilan ilmu yang berkah.

Senada dengan hal tersebut, Ustadz Saruji, pencetus Metode Al-Insyirah, meneguhkan makna perjuangan bersama Al-Qur’an. Ia menuturkan:

“Menghafal dan mempelajari Al-Qur’an bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan menuju keberkahan hidup. Siapa yang bersungguh-sungguh menjaga Al-Qur’an, maka Allah SWT akan menjaga hidupnya.”

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dari musholla sederhana di gang Kendangsari, cahaya Al-Qur’an terus dipancarkan—menyemai harapan, menumbuhkan iman, dan melahirkan generasi penjaga Kalam Ilahi.

Wartawan:Saruji, S.Pd (Pak Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *