Way Kanan, jatimpresisi. site — Kepala Biro (Kabiro) Media Group Globalindo Way Kanan secara resmi melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) kepada pihak berwenang terkait dugaan praktik penerbitan ijazah palsu oleh oknum MA Bahrul Ulum di Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan.
Langkah ini diambil setelah tim melakukan investigasi lapangan secara langsung dan mendalam. Dalam proses tersebut, tim menemukan sejumlah indikasi kuat adanya pelanggaran prosedur pendidikan, termasuk dugaan penerbitan ijazah tanpa melalui proses pembelajaran yang sah sesuai aturan yang berlaku.
Kabiro Media Group Globalindo Way Kanan menyampaikan bahwa laporan tersebut telah dilengkapi dengan berbagai alat bukti yang cukup, berupa dokumentasi foto dan rekaman video hasil investigasi. Bukti-bukti tersebut memperlihatkan dugaan aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan sistem pendidikan formal, termasuk pengakuan dari beberapa pihak yang diduga terlibat.
“Pengaduan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami sebagai kontrol sosial. Kami berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan transparan,” ujar Lukman Kabiro Media Group Globalindo Way Kanan dalam keterangannya.
Selain itu, laporan juga rencananya akan ditembuskan ke Kemenag sebagai lembaga yang menaungi madrasah, guna dilakukan audit menyeluruh terhadap legalitas operasional serta administrasi akademik di lembaga tersebut.
Dalam dumas tersebut, turut disampaikan kronologi hasil investigasi, mulai dari pengumpulan informasi awal dari masyarakat, penelusuran lapangan, hingga pengumpulan bukti visual. Tim juga menyoroti adanya dugaan praktik pungutan biaya tertentu yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi pendidikan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut integritas dunia pendidikan serta keabsahan dokumen negara berupa ijazah. Jika terbukti benar, maka oknum yang terlibat dapat dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pihak APH iharapkan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. Masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi serupa di lingkungan sekitar.
Media Group Globalindo menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga tuntas sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum di sektor pendidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Madrasah Aliyah Bahrul Ulum belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan.










