banner 728x250
Daerah  

Polsek Prambon Pastikan Tidak Ada Aktipitas Sabung Ayam di Jatikalang

Sidoarjo, jatimpresisi.site – 1 Februari 2026 Menanggapi pemberitaan yang dimuat salah satu situs daring berjudul “Diduga Kebal Hukum, Kalangan Sabung Ayam di Jatikalang Prambon Kembali Beroperasi”, Kepolisian Sektor (Polsek) Prambon bersama tokoh masyarakat menyampaikan klarifikasi dan bantahan tegas.

Pada Jumat (1/2), jajaran Polsek Prambon melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang disebut-sebut sebagai arena sabung ayam di Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon. Dari hasil pengecekan tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas perjudian sabung ayam.

Selain itu, sisa-sisa bangunan yang diduga pernah digunakan sebagai kalangan dan telah lama ditinggalkan juga langsung dibersihkan dan dimusnahkan guna mencegah munculnya persepsi negatif di kemudian hari. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Pemimpin Redaksi Media Globalindo, Hendra Setiawan, S.H.

Kami memastikan bahwa tidak ada kegiatan sabung ayam di Jatikalang. Lokasi yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut sudah lama tidak beroperasi. Hari ini kami bersihkan dan musnahkan sisa-sisanya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” ujar salah satu pejabat Polsek Prambon.

Pihak Media Globalindo menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak melalui proses verifikasi yang memadai serta tidak mengedepankan prinsip keberimbangan informasi. Menurut pihaknya, informasi yang dimuat berpotensi menimbulkan persepsi keliru dan keresahan di tengah masyarakat.

Kami menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Media seharusnya mengedepankan konfirmasi dan asas praduga tak bersalah,” tegas Hendra Setiawan, S.H.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan sesuai mekanisme hukum dan etika pers, termasuk melalui Dewan Pers, apabila ditemukan indikasi pelanggaran kode etik jurnalistik.Tokoh masyarakat Jatikalang berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di publik. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan yang belum terverifikasi secara menyeluruh.

“Kami terbuka terhadap kritik, namun kami berharap kritik disampaikan secara faktual, berimbang, dan bertanggung jawab. Media memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *