Banyuwangi//Jatimpresisi.site 18-Mei-2026 Di tengah lebatnya rimba tua dan aura mistis yang menyelimuti kawasan Taman Nasional Alas Purwo, sebuah peristiwa bersejarah akan digelar: Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dukun Dunia atau World Spiritual Practitioners Summit, yang diinisiasi oleh PERDUNU di bawah kepemimpinan Ketua Umum Gus Abdul Fatah Hasan sebagai ruang pertemuan lintas budaya, lintas tradisi, dan lintas keyakinan spiritual dari berbagai penjuru dunia.
Menurut Gus Fatah ,” Kegiatan internasional ini akan diselenggarakan dengan dukungan penuh dari masyarakat adat kawasan Alas Purwo, dengan Gus Fahru Singomanjat bertindak sebagai tuan rumah sekaligus penanggung jawab pelaksanaan acara. Kehadiran tokoh adat lokal tersebut dinilai penting untuk menjaga nilai-nilai tradisi, kearifan leluhur, dan kesakralan kawasan selama berlangsungnya konferensi ,” ucap nya
Lebih lanjut Pertemuan akbar ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang berkumpulnya para praktisi spiritual, tabib tradisional, paranormal, ahli pengobatan leluhur, dan penjaga tradisi mistik, melainkan sebagai momentum untuk membangun dialog perdamaian spiritual dunia di tengah krisis moral, kerusakan alam, dan kegelisahan manusia modern.
Alas Purwo dipilih karena dipercaya sebagai salah satu titik spiritual tertua di tanah Jawa, tempat yang selama berabad-abad menjadi ruang tafakur, laku batin, dan pencarian jati diri. Heningnya hutan, debur ombak selatan, dan suasana sakral kawasan tersebut diyakini mampu menjadi energi pemersatu bagi para peserta yang datang dari berbagai negara dengan tradisi spiritual yang berbeda-beda.
Dalam forum ini, para peserta akan mengikuti berbagai agenda seperti ritual budaya lintas bangsa, diskusi pengobatan tradisional, seminar energi spiritual dan kearifan leluhur, meditasi bersama, hingga deklarasi perdamaian spiritual dunia. Setiap delegasi akan membawa warisan pengetahuan tradisional dari daerah dan negaranya masing-masing untuk saling bertukar pengalaman demi menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan harmoni dengan alam.
KTT Dukun Dunia juga diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya nusantara agar praktik-praktik spiritual tradisional tidak hilang ditelan zaman. Di tengah derasnya arus modernisasi, acara ini menjadi pengingat bahwa masyarakat dunia masih memiliki akar budaya, tradisi leluhur, dan nilai-nilai spiritual yang perlu dijaga bersama.
Melalui berbagai sidang dan musyawarah spiritual yang digelar selama konferensi, para peserta nantinya akan menghasilkan sejumlah rekomendasi bersama yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga keseimbangan alam, merawat kelestarian bumi, memperkuat nilai kemanusiaan, serta membangun perdamaian dunia melalui pendekatan budaya dan spiritualitas. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pesan moral bagi masyarakat global agar lebih menghormati alam sebagai sumber kehidupan dan mengedepankan persaudaraan antarbangsa di tengah berbagai konflik dunia.
,”Dengan mengusung tema Menyatukan Energi Leluhur untuk Perdamaian dan Keseimbangan Dunia”, Gus Fatah PERDUNU berharap kegiatan ini mampu menarik perhatian dunia internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya spiritual Indonesia kepada masyarakat global.
Kelak, dari Alas Purwo, bukan hanya cerita mistis yang akan lahir, tetapi juga pesan persaudaraan, penghormatan terhadap tradisi, ajakan menjaga keseimbangan alam, dan semangat perdamaian dunia untuk generasi masa depan.








