Mojokerto, Sebuah gudang misterius yang berlokasi di Jalan Karang Asem, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (61351), menjadi sorotan awak media. Gudang dengan pintu gerbang berwarna hitam tersebut terlihat selalu tertutup siang dan malam, layaknya bangunan mangkrak. Namun, di balik itu, gudang tersebut diduga kuat digunakan sebagai tempat penimbunan solar bersubsidi.
Tim awak media yang melakukan konfirmasi di lokasi pada Sabtu (13/12/2025) mendapati sejumlah kejanggalan. Warga sekitar menyebutkan bahwa gudang tersebut kerap didatangi kendaraan mewah, salah satunya mobil jenis Alphard berwarna putih dengan pelat nomor B, yang diduga milik bos penimbun solar subsidi. Selain itu, aktivitas keluar-masuk kendaraan tangki jenis Fuso berwarna biru-putih juga sering terlihat.
Ironisnya, aktivitas mencurigakan tersebut seolah luput dari perhatian aparat penegak hukum (APH) setempat maupun perangkat desa. Hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas terkait dugaan pelanggaran hukum tersebut.
Pada Selasa (09/12/2025), tim media kembali mendatangi lokasi dan mewawancarai seorang narasumber berinisial Alex. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas di gudang tersebut sudah lama meresahkan warga.
“Sering kali keluar masuk mobil Alphard warna putih pelat B. Terus ada mobil tangki Fuso warna biru-putih masuk ke gudang. Ditambah lagi bau solar sangat menyengat sampai radius 50–100 meter, mas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemilik gudang, Kepala Desa Pagerluyung, maupun Kapolsek Gedeg. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat kepada Kapolsek Gedeg juga belum mendapatkan respons. Sikap ini disayangkan, mengingat dugaan penimbunan BBM bersubsidi merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Migas.
Tak berhenti di situ, pada Selasa (09/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, tim media mencoba mengonfirmasi kepada seseorang yang diduga orang dalam gudang tersebut. Ia menyatakan singkat, “Tanggal 20 kae mulai,” yang semakin menambah tanda tanya terkait aktivitas di gudang misterius itu.
Tim awak media menegaskan akan terus mengawal kasus dugaan penimbunan solar bersubsidi ini. Aktivitas tersebut diduga dibekingi oleh oknum tertentu, termasuk LSM, media, APH setempat, serta perangkat desa. Selain meresahkan warga dan pengguna jalan, praktik ini dinilai sangat merugikan negara.
“Kami akan terus memantau kegiatan ini karena sangat meresahkan masyarakat dan merugikan keuangan negara,” tegas tim media. (Red)














