Jember, jatimpresisi.site – Kegiatan pelepasan siswa kelas XII di SMK Negeri 8 Jember menuai sorotan dari awak media yang mengalami kendala saat melakukan peliputan. Peristiwa ini terjadi di Jember pada Kamis (30/4), ketika sejumlah jurnalis datang untuk melakukan konfirmasi dan peliputan acara.
Hambatan akses bagi awak media untuk melakukan peliputan dan konfirmasi di lingkungan sekolah.
Awak media, pihak sekolah (humas, kepala sekolah, dan petugas di pintu masuk).
Kegiatan yang mengadakan SMK Negeri 8 Jember, Jember, Jawa Timur.
Diduga karena pihak humas tidak berada di tempat dan kepala sekolah tidak dapat ditemui awak media gagal bertemu.
Awak media yang datang dihadang di pintu masuk oleh seseorang berseragam menyerupai guru dan tidak diizinkan masuk untuk melakukan konfirmasi.
Menurut keterangan di lapangan, awak media bermaksud menemui humas atau kepala sekolah guna melakukan konfirmasi serta meliput kegiatan pelepasan siswa yang sedang berlangsung.
Namun, upaya tersebut terhenti di pintu masuk setelah petugas menyampaikan bahwa pihak yang ingin ditemui tidak tersedia.
Situasi ini menimbulkan kesan bahwa pihak sekolah kurang terbuka terhadap kehadiran media. Padahal, media memiliki peran penting sebagai penyampai informasi kepada publik, termasuk dalam memberitakan kegiatan positif seperti pelepasan siswa.
Selain itu, terdapat sejumlah informasi yang ingin dikonfirmasi, termasuk terkait pelaksanaan tasyakuran pelepasan siswa.
Kritik Konstruktif:
Sikap tertutup terhadap media justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Sebagai institusi pendidikan negeri, sekolah seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam kegiatan yang melibatkan publik.
Ketidaksiapan menerima media menunjukkan lemahnya sistem komunikasi internal, khususnya dalam pengelolaan hubungan masyarakat (humas).
Ke depan, pihak sekolah diharapkan dapat memperbaiki mekanisme penerimaan tamu, khususnya media, dengan menyediakan prosedur yang jelas dan petugas yang kompeten.
Keterbukaan terhadap pers bukan hanya soal citra, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih menunggu kesempatan untuk dapat melakukan konfirmasi langsung dengan pihak sekolah.
Harapannya, ke depan akan terjalin komunikasi yang lebih baik antara sekolah dan media demi mendukung keterbukaan informasi publik.(atta)









