Pasuruan, jatimpresisi.site – Suasana berbeda tampak menyelimuti halaman SMP Negeri 1 Gempol pada Senin (18/5/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, lebih dari seribu siswa bersama para guru memadati lapangan sekolah untuk mengikuti pembinaan humanis yang digelar Satbinmas Polres Pasuruan.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB itu menghadirkan KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos sebagai narasumber utama. Dengan pendekatan santai namun penuh makna, suasana pembinaan terasa hangat tanpa sekat antara aparat kepolisian dan para pelajar.
Didampingi Pengtu Teguh Warsito, kehadiran Iptu Bambang disambut langsung oleh Kepala SMPN 1 Gempol, Muhammad Hasadullah bersama jajaran dewan guru. Sebanyak 1.140 perwakilan siswa tampak antusias menyimak setiap materi yang disampaikan.
Dalam arahannya, Iptu Bambang menegaskan pentingnya generasi muda menjauhi bahaya narkoba dan psikotropika yang kini semakin mengancam kalangan remaja.
“Ancaman ini tak mengenal usia. Sekali terjerumus, masa depan bisa hancur,” tegasnya di hadapan para siswa.
Tak hanya itu, isu bullying yang masih marak terjadi di lingkungan pendidikan juga menjadi perhatian serius. Para siswa, khususnya pengurus OSIS, diajak menjadi pelopor terciptanya lingkungan⁰ sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang menghadirkan rasa aman dan empati bagi semua siswa,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Satbinmas Polres Pasuruan juga mengingatkan bahaya judi online dan pinjaman online ilegal yang kini banyak menyasar generasi muda. Para pelajar diminta lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta tidak mudah tergiur iming-iming yang dapat berujung pada persoalan hukum.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Sejumlah siswa dan guru aktif berdiskusi terkait kenakalan remaja, kriminalitas, hingga tantangan pergaulan di era modern.
Kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kepala Sekolah Muhammad Hasadullah pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satbinmas Polres Pasuruan terhadap dunia pendidikan.
“Sinergitas seperti ini sangat positif. Selain mendekatkan polisi dengan pelajar, juga membentuk generasi muda yang dewasa, bertanggung jawab, dan memiliki rasa hormat terhadap aparat penegak hukum,” pungkasnya
(atta)








